Blog

  • Markas Palang Merah Indonesia Kota Payakumbuh Memfasilitasi Mapala Ekadupa Universitas Andalas untuk Kegiatan Pelatihan PPGD

    Payakumbuh, 9 April 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Payakumbuh kembali menunjukkan komitmennya dalam bidang kemanusiaan dengan Memfasilitasi Mapala Ekadupa Universitas Andalas Payakumbuh untuk kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan yang berlangsung di Markas PMI Kota Payakumbuh ini diikuti oleh anggota Mapala Ekadupa dengan penuh antusias. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar peserta dalam menangani kondisi darurat, khususnya saat melakukan kegiatan di alam terbuka.

    Delno Cahayadi Putra (Komandan KSR PMI  Kota Payakumbuh)menjadi  pemateri. Materi yang diberikan  adalah penanganan luka, pendarahan, hingga teknik dasar evakuasi korban. Penyampaian materi berlangsung interaktif dengan kombinasi teori dan praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami sekaligus mengaplikasikan ilmu yang diberikan.

    Sementara itu, jalannya kegiatan dipandu oleh Yunisari Utami selaku moderator yang memastikan setiap sesi berjalan dengan tertib dan komunikatif. Kehadiran moderator turut membantu menciptakan suasana diskusi yang aktif antara peserta dan pemateri.Ketua Umum Mapala Ekadupa Universitas Andalas, Indah Muharani Putri, menyampaikan apresiasi kepada PMI Kota Payakumbuh atas kesediaannya menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal penting bagi anggota dalam menjalankan kegiatan organisasi, khususnya di lapangan.“Ilmu pertolongan pertama sangat penting bagi kami sebagai pecinta alam. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya,” ujarnya.

    Pada sesi penutup,Plt. Kepala Markas PMI Kota Payakumbuh, Resty Fauziah Putri, menyampaikan “Semoga dengan adanya pertemuan ini bisa mempererat hubungan Mapala Ekadupa dengan PMI Kota Payakumbuh. Semoga ilmu yang diperoleh bisa digunakan dalam kegiatan-kegiatan Mapala Ekadupa,” ungkapnya.

    Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas generasi muda di bidang pertolongan pertama, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kemahasiswaan dan lembaga kemanusiaan di Kota Payakumbuh. (adp)

  • Dedikasi Relawan PMI untuk Kemanusiaan dan Harapan

    Sumatra Barat – Awal tahun 2026, tepatnya pada tanggal 1 hingga 14 Januari 2026, sebuah perjalanan kemanusiaan dimulai di beberapa wilayah Sumatera Barat—Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, Kota Padang, dan Kabupaten Solok. Enam orang relawan dari Palang Merah Indonesia hadir membawa misi mulia: memberikan layanan dukungan psikososial kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Di antara mereka, terdapat sosok-sosok penuh kepedulian seperti Elva Puryusi dan rekan-rekan lainnya yang bersama-sama terjun langsung ke lapangan. Mereka tidak hanya hadir sebagai relawan, tetapi juga sebagai pendengar, penguat, dan pemberi harapan.

    Dengan pendekatan yang beragam, tim berusaha menjangkau semua kalangan usia. Mereka menciptakan suasana hangat melalui interaksi kreatif seperti bernyanyi, bermain, dan kegiatan ekspresi diri. Di sisi lain, mereka juga memberikan intervensi yang lebih mendalam seperti Psychological First Aid (PFA) dan psikoedukasi, membantu masyarakat memahami dan mengelola kondisi psikologis mereka.

    Tidak hanya itu, pendekatan langsung seperti kunjungan rumah (home visit) dilakukan untuk membangun kedekatan dan rasa aman bagi masyarakat. Kehadiran relawan di tengah mereka menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri.

    Selama kegiatan berlangsung, sebanyak 694 orang berhasil dijangkau. Mulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dan lansia—semuanya merasakan dampak dari kepedulian ini. Namun di balik angka tersebut, tersimpan berbagai cerita dan tantangan.

    Di Kabupaten Solok, misalnya, masih terdapat rasa takut yang mendalam di kalangan siswa dan guru untuk pergi ke sekolah saat hujan turun. Trauma yang belum sepenuhnya pulih menjadi perhatian serius. Di tempat lain, seperti di SDN 11 Paninggahan, masalah air bersih menjadi hambatan bagi kesehatan dan sanitasi. Selain itu, ditemukan pula anak-anak difabel yang membutuhkan perhatian khusus, serta anak berbakat yang memerlukan arahan untuk mengembangkan potensinya.

    Meski dihadapkan pada berbagai kendala seperti keterbatasan media dan perlengkapan, serta kebutuhan pendampingan lanjutan, tim tetap berupaya memberikan yang terbaik. Diskusi dan koordinasi terus dilakukan, bahkan hasil temuan di lapangan diteruskan ke tingkat provinsi untuk penanganan lebih lanjut.

    Perjalanan ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang belajar, memahami, dan memperkuat nilai kemanusiaan. Dedikasi para relawan menjadi bukti bahwa kehadiran kecil sekalipun dapat membawa dampak besar bagi banyak orang.

    Cerita ini adalah tentang harapan—bahwa di tengah kesulitan, selalu ada tangan-tangan yang siap membantu, dan hati-hati yang tulus untuk peduli. (adp)

  • Relawan PMI Sumbar dan PMI Lampung Bantu Pulihkan Kondisi Psikis Anak Pasca Bencana di Kabupaten agam

    Kab.Agam – Kegiatan Psychosocial Support Service (PSS) dan Layanan kesehatan terpadu dilakukan PMI dilokasi terdampak banjir Sumatera .Jorong Tobo Malala Timur Kab.Agam Sabtu (03/01/26). Salah satu tim PSS tersebut adalah personel dari PMI Provinsi Sumatera barat dan PMI Provinsi Lampung yakni Ns.Vivi Wirmalinda M.Kep selaku koordinator layanan PSS PMI Provinsi Sumbar.

    Untuk tim PSS PMI ini di lapangan di ketuai oleh Kris Saptana dari PMI Provinsi Lampung dengan angota tim Aldo danu.p dan Bima yurdeka dari PMI Payakumbuh serta Elva puryusi,Vilsi Alfi Pratama,dan salasa Afifa Fitri dari PMI Tanah datar

    Pada kegiatan tersebut, tim PSS PMI berusaha memulihkan kondisi psikis anak anak sehingga pasca bencana kondisi mereka masih tetap terjaga dengan baik. Sebanyak 49 anak mengikuti kegiatan kemanusiaan dengan mendapatkan edukasi sense of place dan berbagi cerita

    Anak anak korban terdampak bencana diajak mengikuti aktifitas rekreatif ekspresif yang dikemas secara ringan agar anak anak bisa mengetahui dengan mudah apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, dengan edukasi tersebut anak anak tidak akan lagi memiliki rasa takut bahkan bisa tanggap jika sewaktu waktu terjadi bencana.

    “Kami hadir disini untuk memberikan edukasi pada anak sehingga tidak hanya sehat fisik tetapi juga tangguh secara mental. Dengan metode bermain dan bercerita yang diberikan pada mereka akan bisa melepaskan kecemasan akibat banjir beberapa waktu yang lalu,” jelas Kris Saptana , yang menjadi bagian dari tim PSS.

    Dengan kegiatan PMI diharapkan anak anak dilokasi terdampak bencana banjir kembali memiliki semangat untuk kembali ke sekolah menimba ilmu pendidikan untuk masa depannya nanti. “Kegiatan ini untuk memberi semangat baru buat anak anak sehingga mereka bisa kembali ke sekolah tanpa mengingat lagi kejadian bencana yang melandanya,” tutur Keris Saptana

    Disela sela kegiatan Psychosocial Support Service (PSS), PMI juga memberi layanan kesehatan gratis bagi warga kalangan dewasa. Layanan itu dilakukan oleh tenaga dokter dan relawan KSR (korps sukarela) yang memiliki latar belakang medis.

    Layanan kesehatan diberikan untuk mencegah penyakit yang biasanya muncul aps bencana seperti ISPA, diare, penyakit kulit dan demam berdarah.(adp)

  • Seminar Leterasi Digital “menjadi netizen yang beretika”

    Payakumbuh- rabu,17 Desember 2025 Kemntrian komunikasi dan digital mengadakan leterasi digital di SKB Payakumbuh ,sekitar 200 orng peserta yang berasal dari beberapa profesi serta pengiat media.

    kegiatan ini lansungi di buka dan di resmikan oleh bapak Dr.H.Mulyadi,M.M.A selaku Anggota DPR RI komisi 1 dan selaku Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat

    media sosial di Indonesia berlansung sangat pesat,seiring mingkatnya dan sebagian aktivitas digital tersebut di lakukan melalui media sosial.

    Kegiatan leterasi digital ini di oleh narasumber pengiat media sosial bapak Ade Suhendra Pendiri dan pengelola utama, juga seorang jurnalis, manajer band (Zibos Band), dan tokoh media digital.dan ketua KNPI Payakumbuh bapak Rahmanda Fajri,S.Psi.

    kegiatan ini bertujuan untuk membuat pemahaman kepada masyarakat bagai mana “Menjadi Netizen Yang Beritika”.

    menurut Bapak Dr.Mulyadi ,M.M.A ” kegitan ini sangat lah perlu untuk meningkatkan kepedulian dan kepekaan masyarakat terkait bijak dalam menggunakan media sosial”

    untuk kigiatan ini adalah salah satu program dari KEMENTRIAN KOMDIGI (Komunikasi dan digital).yang di adakan di payakumbuh dengan pelaksana dari pengurus KNPI Kota payakumbuh.(adp)

  • Diresnarkoba Polda Sumbar Tinjau dan Apresiasi Program Kampung Bebas Narkoba di Payakumbuh.

    • Direktur Reserse Narkoba (Diresnarkoba) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Wedy Mahadi, S.I.K.M.A.P melakukan kunjungan ke posko Kampung Bebas Narkoba di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Senin (24/11).Kunjungan ini disambut langsung oleh Walikota Payakumbuh Dr.dr.Zulmaeta, Sp.OG-KFM bersama Wakapolres Payakumbuh Kompol Julianson beserta perwakilan Forkopimda Kota Payakumbuh lainya.Dalam lawatanya, Kombes Wedy mengatakan maksud dari kunjunganya bersama rombongan adalah untuk meninjau langsung efektivitas kolaborasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat setempat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.Kombes Wedy mengungkapkan program Kampung Bebas narkoba ini diluncurkan sebagai bagian dari upaya Polri dalam memerangi peredaran narkoba di Indonesia.” Program ini bertujuan untuk melibatkan masyarakat serta instansi terkait dalam pencegahan, pemberantasan, dan penanggulangan narkoba di tiap daerah, ” ungkap Kombes Wedy.Selain itu, program Kampung Bebas Narkoba ini juga sejalan dengan Astacita Presiden RI Prabowo Subianto dan menjadi langkah strategis dalam memerangi kejahatan narkotika yang tergolong luar biasa.Khusus kepada posko Kampung Bebas Narkoba di Kelurahan Daya Bangun, Kombes Wedy mengapresiasi sinergitas dan soliditas antara pihak kepolisian dibantu oleh TNI, Pemerintah Daerah serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba yang terpadu hingga saat ini.Harapanya hal ini menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari jeratan dan cengkraman peredaran narkotika.Kunjungan diakhiri dengan peninjauan dan pengecekan Posko Kampung Bebas Narkoba, serta peneguhan komitmen bersama antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk terus bersinergi dalam memerangi narkoba di Kota Payakumbuh.
  • Rebusan Daun Cantigi Bikin Awet Muda

    Rebusan Daun Cantigi Bikin Awet Muda

    Awet Muda. Menurut dr. Harsono Martowijono, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin, jika tanda-tanda penuaan seperti keriput halus sudah ada di kulit biasanya diatasi dengan krim antiaging. Krim ini berfungsi untuk mencegah penuaan, mencerahkan kulit, melindungi kulit dari paparan sinar matahari, serta mengatasi penuaan dini.Jika penggunaan Krim dirasa kurang memberikan hasil, maka bisa dikombinasikan dengan berbagai treatment peremajaan kulit (skin rejuvenation), chemical peeling, botox dan facelift. Mengatasi kulit keriput juga bisa dilakukan dengan mengoleskan cairan yang bersifat pengelupasan kulit, membuat kulit mati dan menggantinya dengan kulit baru. Sesudah itu, cairan tersebut akan merangsang bantalan kulit untuk tumbuh menjadi lapisan kolagen, sehingga kulit terisi dan terlihat awet muda.Mengenai penuaan, tanda-tanda penuaan kulit sudah dimulai ketika seseorang memasuki usia kepala tiga. Ada dua faktor penyebab penuaan yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar. Faktor dari dalam biasanya terjadi karena proses penambahan usia. Sedangkan faktor dari luar biasanya disebabkan oleh paparan sinar matahari secara langsung, polusi udara, obat-obatan, pemakaian kosmetik yang berlebihan dan tidak sesuai usia, makanan tidak sehat, kurang tidur ataupun menderita suatu penyakit yang bias memicu timbulnya keriput dini.Penuaan kulit yang disebabkan oleh faktor dari luar bisa sembuh dengan berbagai cara. Langkah pertama untuk mencegah kulit menjadi keriput sebaiknya memberikan vitamin, memberikan kelembaban, memberikan asupan nutrisi yang cukup dan dibutuhkan oleh kulit. Selain itu rajinlah membersihkan wajah secara rutin dan teratur yang sesuai jenis kulit, hindari paparan sinar matahari secara langsung, polusi, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta makan makanan yang bergizi dan bernutrisi. Adp

  • Warga Desa Salak Sawahlunto Tenggelam di Sungai Batang Ombilin, Pencarian Diperkuat Basarnas

    Petugas Pos SAR Limapuluh Kota dikerahkan untuk mencari seorang warga Sawahlunto yang dilaporkan hilang pada Senin (29/9/2025). (Dok. Basarnas)

    Sawahlunto – Seorang warga Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, bernama Erman Nukas alias Man Bolok (60) dilaporkan tenggelam di Sungai Batang Ombilin pada Minggu sore (28/9/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.

    Peristiwa itu terjadi ketika korban sedang mencari ikan di sekitar Lubuk Batu Kudo, Dusun Ibus.

    Menurut keterangan saksi bernama Kudun, korban sempat berteriak minta tolong sebelum akhirnya hilang terbawa arus sungai dan tidak muncul kembali ke permukaan.

    Hingga Senin (29/9/2025) sore, pencarian oleh tim BPBD Sawahlunto bersama warga sekitar masih belum membuahkan hasil.

    Operasi kemudian diperluas, dengan rencana penyisiran menggunakan LCR dari Desa Salak hingga Jembatan HIC Sijunjung, sementara tim BPBD Sijunjung menyisir dari Tanjung Ampalu ke arah Jembatan HIC.

    Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, yang turun langsung memantau proses pencarian, menyampaikan dukungannya kepada tim di lapangan.

    “Sejak kejadian kemarin hingga hari ini, BPBD Kota Sawahlunto bersama warga sekitar terus berusaha melakukan pencarian dengan penuh kesungguhan,” ujarnya.

    Upaya pencarian juga mendapat tambahan kekuatan dari petugas Pos SAR Limapuluh Kota yang bergerak menuju lokasi untuk membantu operasi

    Kehadiran tim SAR ini diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi korban. Hingga berita ini dirampungkan, keluarga dan masyarakat setempat masih menanti kabar ditemukannya korban. (adp)

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!